VIRALTIVI.COM – Publik Provinsi Jambi tengah diguncang isu miring terkait dugaan peretasan sistem keamanan Bank Jambi (Bank 9 Jambi) yang mengakibatkan hilangnya dana nasabah pada Minggu (22/2/2026). Di tengah kekhawatiran tersebut, profil kekuatan finansial bank milik daerah ini menjadi sorotan utama.
Dugaan Peretasan di Hari Minggu
Isu hilangnya saldo nasabah secara misterius mulai viral di media sosial sejak Minggu pagi. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Bank Jambi tengah melakukan investigasi mendalam untuk memastikan apakah insiden ini merupakan kegagalan sistem internal atau serangan siber dari pihak luar.
Meski diterpa isu miring, data menunjukkan bahwa Bank Jambi sebenarnya berada dalam posisi keuangan yang sangat stabil sebelum insiden ini mencuat.
Laporan Kinerja: Modal Inti Tembus Rp3 Triliun
Hanya dua hari sebelum isu peretasan merebak, tepatnya pada Jumat (20/2/2026), Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, memaparkan laporan performa bank yang impresif di hadapan Komisi II DPR RI dan Gubernur Jambi Al Haris.
Berdasarkan data Desember 2025, Bank Jambi mencatatkan:
Modal Inti: Mencapai Rp3,028 triliun.
Pertumbuhan KUR: Meningkat 8,14% (YoY) dengan plafon Rp399 miliar yang terserap oleh 2.742 debitur.
Dukungan UMKM: Mengelola dana baki debet sebesar Rp1,1 triliun untuk 11.500 pelaku usaha lokal.
Struktur Kepemilikan yang Kokoh
Kekuatan Bank Jambi juga terletak pada struktur kepemilikannya yang didominasi oleh Pemerintah Daerah. Pemerintah Kabupaten memegang saham mayoritas sebesar 51,13%, disusul Pemerintah Provinsi Jambi sebesar 24,27%, dan Pemerintah Kota sebesar 13,01%. Kehadiran Bank bjb (7,73%) sebagai salah satu pemegang saham juga memberikan sinyal kepercayaan antarlembaga perbankan.
Langkah Mitigasi dan Harapan Nasabah
Dengan infrastruktur yang mencakup 138 terminal pembayaran elektronik dan lebih dari 60 kantor layanan, Bank Jambi memikul tanggung jawab besar sebagai pemegang kas daerah.
Pengamat perbankan menyarankan agar manajemen segera melakukan langkah-langkah berikut guna menjaga kepercayaan publik:
Transparansi Investigasi: Membuka hasil audit forensik IT kepada publik.
Jaminan Ganti Rugi: Menegaskan komitmen perlindungan nasabah sesuai regulasi OJK jika terbukti ada kelalaian sistem.
Penguatan Cybersecurity: Meningkatkan benteng pertahanan digital mengingat posisi strategis bank sebagai penggerak ekonomi Jambi.
Hingga saat ini, nasabah diimbau untuk tetap tenang dan segera melaporkan setiap transaksi mencurigakan melalui kantor cabang terdekat atau layanan call center resmi Bank 9 Jambi











