Di Balik Isu Peretasan Bank Jambi: Antara Kekhawatiran Nasabah dan Soliditas Modal 3 Triliun

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VIRALTIVI.COM – Publik Provinsi Jambi tengah diguncang isu miring terkait dugaan peretasan sistem keamanan Bank Jambi (Bank 9 Jambi) yang mengakibatkan hilangnya dana nasabah pada Minggu (22/2/2026). Di tengah kekhawatiran tersebut, profil kekuatan finansial bank milik daerah ini menjadi sorotan utama.

Dugaan Peretasan di Hari Minggu
​Isu hilangnya saldo nasabah secara misterius mulai viral di media sosial sejak Minggu pagi. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Bank Jambi tengah melakukan investigasi mendalam untuk memastikan apakah insiden ini merupakan kegagalan sistem internal atau serangan siber dari pihak luar.

Meski diterpa isu miring, data menunjukkan bahwa Bank Jambi sebenarnya berada dalam posisi keuangan yang sangat stabil sebelum insiden ini mencuat.
​Laporan Kinerja: Modal Inti Tembus Rp3 Triliun
​Hanya dua hari sebelum isu peretasan merebak, tepatnya pada Jumat (20/2/2026), Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, memaparkan laporan performa bank yang impresif di hadapan Komisi II DPR RI dan Gubernur Jambi Al Haris.
​Berdasarkan data Desember 2025, Bank Jambi mencatatkan:
​Modal Inti: Mencapai Rp3,028 triliun.
​Pertumbuhan KUR: Meningkat 8,14% (YoY) dengan plafon Rp399 miliar yang terserap oleh 2.742 debitur.
​Dukungan UMKM: Mengelola dana baki debet sebesar Rp1,1 triliun untuk 11.500 pelaku usaha lokal.

Baca Juga:  Sengkarut Hibah Kapal Tanjabtim: Benarkah "Bonus" Tonase atau Malapraktik Anggaran?

Struktur Kepemilikan yang Kokoh
​Kekuatan Bank Jambi juga terletak pada struktur kepemilikannya yang didominasi oleh Pemerintah Daerah. Pemerintah Kabupaten memegang saham mayoritas sebesar 51,13%, disusul Pemerintah Provinsi Jambi sebesar 24,27%, dan Pemerintah Kota sebesar 13,01%. Kehadiran Bank bjb (7,73%) sebagai salah satu pemegang saham juga memberikan sinyal kepercayaan antarlembaga perbankan.

Langkah Mitigasi dan Harapan Nasabah
​Dengan infrastruktur yang mencakup 138 terminal pembayaran elektronik dan lebih dari 60 kantor layanan, Bank Jambi memikul tanggung jawab besar sebagai pemegang kas daerah.
​Pengamat perbankan menyarankan agar manajemen segera melakukan langkah-langkah berikut guna menjaga kepercayaan publik:
​Transparansi Investigasi: Membuka hasil audit forensik IT kepada publik.
​Jaminan Ganti Rugi: Menegaskan komitmen perlindungan nasabah sesuai regulasi OJK jika terbukti ada kelalaian sistem.

Penguatan Cybersecurity: Meningkatkan benteng pertahanan digital mengingat posisi strategis bank sebagai penggerak ekonomi Jambi.

Hingga saat ini, nasabah diimbau untuk tetap tenang dan segera melaporkan setiap transaksi mencurigakan melalui kantor cabang terdekat atau layanan call center resmi Bank 9 Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.viraltivi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipimpin Wali Kota Maulana, Dua TPS Ditutup Permanen, Program OPBM Mulai Berjalan
“Tak Main-main! GN-PK Jambi Akan Lapor ke Kejagung Jika Kasus Mafia Lahan Desa Betung Mandek”
Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Mursyid Y. Sonsang: Kita Butuh Gerakan Shalawat Masif
“Dibalik Alibi Kapal 16 GT: Praktisi Sebut Perubahan Spesifikasi Tanpa Adendum Rentan Pelanggaran Hukum”
“Mangkrak di Dermaga, Proyek Kapal Nelayan Rp 1,8 Miliar di Tanjab Timur Jadi ‘Monumen’ Berlumut”
ORADO Jambi Gelar Seleksi Atlet Domino 2026: Menjaring Bakat Menuju Kejuaraan Provinsi
Dukung Iklim Investasi, Wawako Diza Resmikan Genzhi Cafe and Resto
Sengkarut Hibah Kapal Tanjabtim: Benarkah “Bonus” Tonase atau Malapraktik Anggaran?

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:58 WIB

Dipimpin Wali Kota Maulana, Dua TPS Ditutup Permanen, Program OPBM Mulai Berjalan

Kamis, 9 April 2026 - 15:51 WIB

“Tak Main-main! GN-PK Jambi Akan Lapor ke Kejagung Jika Kasus Mafia Lahan Desa Betung Mandek”

Rabu, 8 April 2026 - 19:35 WIB

Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Mursyid Y. Sonsang: Kita Butuh Gerakan Shalawat Masif

Selasa, 7 April 2026 - 22:34 WIB

“Dibalik Alibi Kapal 16 GT: Praktisi Sebut Perubahan Spesifikasi Tanpa Adendum Rentan Pelanggaran Hukum”

Minggu, 5 April 2026 - 20:08 WIB

“Mangkrak di Dermaga, Proyek Kapal Nelayan Rp 1,8 Miliar di Tanjab Timur Jadi ‘Monumen’ Berlumut”

Berita Terbaru