Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Mursyid Y. Sonsang: Kita Butuh Gerakan Shalawat Masif

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VIRALTIVI.COM – Kota Jambi Peluncuran program Majelis Bahagia Bersholawat oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, memicu respons positif dari berbagai kalangan. Salah satu tanggapan strategis datang dari Direktur Media Center Pemenangan Maulana-Diza, Mursyid Y. Sonsang. Tokoh pers senior ini menilai bahwa gerakan membumikan shalawat yang digagas Pemerintah Kota Jambi merupakan langkah visioner yang relevan dengan kondisi dunia yang sedang penuh tekanan.

​Meskipun tidak hadir langsung di lokasi pelantikan pada Rabu pagi (08/04/2026), Mursyid memberikan pandangan mendalam mengenai urgensi program tersebut. Menurutnya, program Shalawat Bahagia ini bukan sekadar aktivitas religius rutin, melainkan instrumen penting dalam menjaga stabilitas kebatinan masyarakat di tengah badai krisis global.

Mursyid mengajak masyarakat untuk kembali menengok sejarah dan menyadari posisi Indonesia khususnya Kota Jambi di tengah karut-marut geopolitik internasional. Ia menyoroti ketegangan yang kian memanas antara Iran dan Amerika Serikat yang berdampak langsung pada kelumpuhan ekonomi di berbagai belahan dunia.

​”Kita harus melihat ini dalam perspektif yang lebih luas. Saat ini, geopolitik dunia sedang membara. Dampak peperangan dan ketegangan internasional telah memicu inflasi hingga kelumpuhan ekonomi yang nyata. Di tingkat nasional, kita melihat pemerintah sedang gencar menggalakkan efisiensi anggaran. Dalam kondisi serba sulit inilah, program Shalawat Bahagia menjadi oase yang menyejukkan,” ujar Mursyid dalam keterangannya.

Ia menambahkan, ketika logika ekonomi sedang diuji oleh keadaan dunia yang tidak menentu, maka pendekatan kepada Sang Pencipta, Allah SWT, adalah jalan keluar yang harus ditempuh secara kolektif. “Ini adalah momen bagi kita semua untuk selalu mengingat Allah SWT melalui lantunan shalawat,” tambahnya.

​Lebih jauh, Mursyid menekankan bahwa kebijakan efisiensi yang sedang diambil pemerintah seringkali membawa dampak sosial di tengah masyarakat. Dengan hadirnya Majelis Bahagia Bersholawat hingga ke tingkat kelurahan, masyarakat diajak untuk tetap optimis dan tidak kehilangan arah.

Baca Juga:  Perkuat Ketahanan Keluarga, GOW dan Salimah Kota Jambi Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan serta Kesehatan Mental

​”Program ini harus kita jalankan sebagai bagian dari gaya hidup bernegara dan bermasyarakat. Shalawat adalah energi positif. Di saat kita harus melakukan efisiensi dalam banyak hal, kita tidak boleh melakukan efisiensi dalam beribadah dan berdoa. Justru di masa-masa sulit seperti inilah, frekuensi mengingat Tuhan harus ditingkatkan agar keberkahan tetap turun ke Bumi Tanah Pilih Pusako Betuah,” jelas Mursyid dengan narasi yang menggugah.

​Ia memuji keberanian Wali Kota Maulana yang menempatkan aspek spiritual sebagai pilar utama visi “Kota Jambi Bahagia”. Menurutnya, kebahagiaan sejati warga kota tidak akan tercapai hanya dengan pembangunan infrastruktur fisik jika jiwa masyarakatnya gersang dari nilai-nilai ketuhanan.

​Mursyid meyakini bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan gerakan spiritual masyarakat akan melahirkan ketahanan sosial yang kuat. Dengan rutin bershalawat, masyarakat akan memiliki mentalitas yang lebih tangguh dalam menghadapi setiap dinamika perubahan zaman.

​”Visi Maulana-Diza melalui Majelis Bahagia Bersholawat ini adalah sebuah ‘Investasi Akhirat’ sekaligus solusi duniawi. Kita ingin menciptakan suasana kota yang damai. Jika setiap penjuru kota bergetar dengan suara shalawat, maka energi negatif akan tereduksi, persaudaraan akan menguat, dan masyarakat akan lebih sabar serta cerdas dalam menyikapi situasi ekonomi yang berat,” pungkasnya.

Tanggapan dari Direktur Media Center ini mempertegas bahwa peluncuran Majelis Bahagia Bersholawat bukan hanya menjadi agenda Bagian Kesra semata, melainkan merupakan strategi besar dalam membangun ketahanan mental warga Kota Jambi di tengah ketidakpastian global yang terjadi pada tahun 2026 ini. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.viraltivi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipimpin Wali Kota Maulana, Dua TPS Ditutup Permanen, Program OPBM Mulai Berjalan
“Tak Main-main! GN-PK Jambi Akan Lapor ke Kejagung Jika Kasus Mafia Lahan Desa Betung Mandek”
“Dibalik Alibi Kapal 16 GT: Praktisi Sebut Perubahan Spesifikasi Tanpa Adendum Rentan Pelanggaran Hukum”
“Mangkrak di Dermaga, Proyek Kapal Nelayan Rp 1,8 Miliar di Tanjab Timur Jadi ‘Monumen’ Berlumut”
ORADO Jambi Gelar Seleksi Atlet Domino 2026: Menjaring Bakat Menuju Kejuaraan Provinsi
Dukung Iklim Investasi, Wawako Diza Resmikan Genzhi Cafe and Resto
Sengkarut Hibah Kapal Tanjabtim: Benarkah “Bonus” Tonase atau Malapraktik Anggaran?
Membaca Kedalaman “Trust” Bank Jambi Melalui Lensa Resiliensi Ekonomi, Mengapa Kita Masih Harus Percaya?

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:58 WIB

Dipimpin Wali Kota Maulana, Dua TPS Ditutup Permanen, Program OPBM Mulai Berjalan

Kamis, 9 April 2026 - 15:51 WIB

“Tak Main-main! GN-PK Jambi Akan Lapor ke Kejagung Jika Kasus Mafia Lahan Desa Betung Mandek”

Rabu, 8 April 2026 - 19:35 WIB

Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Mursyid Y. Sonsang: Kita Butuh Gerakan Shalawat Masif

Selasa, 7 April 2026 - 22:34 WIB

“Dibalik Alibi Kapal 16 GT: Praktisi Sebut Perubahan Spesifikasi Tanpa Adendum Rentan Pelanggaran Hukum”

Minggu, 5 April 2026 - 20:08 WIB

“Mangkrak di Dermaga, Proyek Kapal Nelayan Rp 1,8 Miliar di Tanjab Timur Jadi ‘Monumen’ Berlumut”

Berita Terbaru