VIRALTIVI.COM – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, MKM, Pemerintah Kota Jambi kembali membuktikan kelasnya dalam tata kelola keuangan publik. Bukan sekadar rutinitas.
penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 Unaudited ke BPK Perwakilan Jambi pada Selasa (31/3/2026), menjadi sinyal kuat bahwa Jambi kini memasuki era baru transparansi yang lebih matang.
Komitmen di Balik Angka Rp2 Triliun
Salah satu pencapaian yang paling mencolok dalam masa jabatan Maulana adalah melesatnya postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi yang kini resmi menembus angka Rp2 triliun.
Lonjakan anggaran ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan manifestasi dari kepercayaan publik dan keberhasilan strategi peningkatan pendapatan daerah.
Namun, bagi Maulana, besarnya anggaran adalah tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan kejujuran. “Akuntabilitas adalah harga mati.
Dengan nilai APBD yang kini menembus Rp2 triliun, kami ingin memastikan setiap rupiah yang keluar benar-benar menjadi jembatan bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya usai menyerahkan dokumen di Auditorium BPK Jambi.
Menjaga Tradisi WTP: Standar Minimal, Bukan Maksimal
Di saat banyak daerah berjuang memenuhi tenggat waktu, Pemkot Jambi di bawah komando Maulana menunjukkan kedisiplinan tinggi dengan menyerahkan laporan tepat waktu. Langkah ini merupakan wujud kepatuhan terhadap UU Nomor 1 Tahun 2004, sekaligus upaya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah menjadi tradisi di Kota Jambi.
Maulana menekankan bahwa opini WTP bukanlah target akhir, melainkan standar minimal yang wajib dipenuhi. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mampu bekerja secara presisi dan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Sinergi dan Transparansi Tanpa Celah
Ketegasan Maulana dalam mengawal transparansi anggaran juga mendapat pengakuan dari Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi, Muhamad Toha Arafat. Kedisiplinan Pemkot Jambi menyerahkan laporan secara serentak bersama 11 daerah lainnya menunjukkan kepemimpinan yang suportif terhadap proses audit negara.
Selama 60 hari ke depan, tim auditor BPK akan melakukan verifikasi lapangan secara mendalam. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Maulana menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif demi memastikan laporan yang disajikan selaras dengan fakta pembangunan di lapangan.
”Kami siap mendukung penuh tim auditor. Inilah bentuk pertanggungjawaban kami kepada rakyat Jambi,” pungkas sosok yang dikenal fokus pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik ini.
Dengan kepemimpinan yang disiplin dan visioner, Kota Jambi tidak hanya sekadar mengelola uang rakyat, tetapi sedang membangun fondasi kepercayaan publik yang semakin kokoh. (Red)











