DPRD Muaro Jambi Soroti Pelestarian Candi: Jangan Abaikan Masyarakat Penyangga

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

MUARO JAMBI — Kemegahan Candi Muaro Jambi, kompleks percandian Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara, kini kembali menjadi sorotan. Di balik deretan bata merah bersejarah dan lanskap asrinya, tersimpan dinamika besar tentang keberlanjutan masa depan kawasan ini—terutama bagi kesejahteraan masyarakat penyangga yang menggantungkan hidup di sekitarnya.

​Sorotan tajam datang dari DPRD Kabupaten Muaro Jambi. Anggota legislatif, Ade Erma Suryani, menilai bahwa penanganan kawasan warisan peradaban Nusantara ini belum optimal dan terjebak dalam lambannya arus birokrasi.

Menurutnya, Candi Muaro Jambi tidak boleh sekadar menjadi pajangan seremonial, melainkan harus dikelola dengan komitmen nyata yang berdampak langsung pada kelestarian dan ekonomi warga setempat.

​“Kita dihadapkan pada ironi kultural yang mendalam. Di satu sisi, Candi Muaro Jambi menyandang status prestisius sebagai kompleks percandian terluas yang berpotensi menjadi pendongkrak martabat daerah. Namun di sisi lain, kepedulian dan ketegasan aksi justru belum maksimal,” tegas Ade Erma.

Baca Juga:  Panggilan Kades Via Telepon Dinilai Tabrak Prosedur, GNPK Jambi Beri Warning Keras Kejari Muaro Jambi

Ia mengkhawatirkan minimnya langkah afirmatif dapat mengancam integritas situs sekaligus meminggirkan masyarakat lokal yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama.
​Guna menjembatani hal tersebut, DPRD mendorong perlunya reorientasi kebijakan berbasis kepedulian rakyat. Pemerintah daerah diharapkan mengalokasikan anggaran yang fokus pada pemeliharaan kawasan, pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, serta optimalisasi edukasi publik dan diplomasi kultural bersama pemerintah pusat maupun dunia internasional.

​Di sisi lain, masyarakat sekitar dan para pemerhati budaya menyambut baik perhatian yang dialamatkan pada situs ini. Bagi warga, upaya pelestarian yang diiringi penguatan pariwisata berbasis komunitas adalah kunci. Kebijakan strategis yang dinantikan bukan sekadar perdebatan birokrasi, melainkan langkah konkret yang mampu menjaga keaslian situs sejarah sekaligus menghidupkan roda perekonomian warga di sekeliling Candi Muaro Jambi.

Follow WhatsApp Channel www.viraltivi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Genjot Regulasi Daerah, Panja III DPRD Muaro Jambi Bahas Draf Hukum Buta Aksara Al-Qur’an dan Kesejahteraan Petani
Panitia Kerja (Panja) II DPRD Muaro Jambi Akselerasi Ranperda Penanganan Permukiman Kumuh
Tindak Lanjuti Hasil Banmus, Panja I DPRD Muaro Jambi Godok 4 Ranperda Strategis
Mantapkan 6 Ranperda, Pemkab Muaro Jambi Jawab Pandangan Fraksi DPRD
P-NEKAD Imbau Masyarakat dan Korporasi Bersama Cegah Karhutla di Kabupaten Muaro Jambi
Pemkab dan DPRD Muaro Jambi Resmi Sepakati KUA-PPAS 2026
DPRD dan Pemkab Muaro Jambi Mulai Bahas Perubahan KUA-PPAS TA 2026
Merangkul Generasi Muda, Ketua DPRD Muaro Jambi Aidi Hatta Resmi Nahkodai Dewan Penasehat Pemuda Melayu

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Genjot Regulasi Daerah, Panja III DPRD Muaro Jambi Bahas Draf Hukum Buta Aksara Al-Qur’an dan Kesejahteraan Petani

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Panitia Kerja (Panja) II DPRD Muaro Jambi Akselerasi Ranperda Penanganan Permukiman Kumuh

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Mantapkan 6 Ranperda, Pemkab Muaro Jambi Jawab Pandangan Fraksi DPRD

Senin, 21 September 2026 - 21:03 WIB

P-NEKAD Imbau Masyarakat dan Korporasi Bersama Cegah Karhutla di Kabupaten Muaro Jambi

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Pemkab dan DPRD Muaro Jambi Resmi Sepakati KUA-PPAS 2026

Berita Terbaru

Nasional

Polisi Mendadak ke Masjid dan Ingat Film Mendadak Dangdut

Jumat, 16 Okt 2026 - 22:40 WIB