Membaca Kedalaman “Trust” Bank Jambi Melalui Lensa Resiliensi Ekonomi, Mengapa Kita Masih Harus Percaya?

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Iqal Saputra, SE. ME
Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

VIRALTIVI.COM – Dunia perbankan hari ini tidak lagi sekadar urusan memindahkan angka dari satu buku besar ke buku besar lainnya. Di era disrupsi digital dan volatilitas ekonomi yang tinggi, perbankan telah bertransformasi menjadi sebuah institusi yang menjual satu komoditas paling berharga sekaligus paling rapuh di dunia: Kepercayaan (Trust). Tanpa kepercayaan, kemegahan gedung kantor pusat atau kecanggihan aplikasi mobile banking hanyalah fatamorgana finansial yang tidak memiliki akar.

​Baru-baru ini, PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) kembali menorehkan tinta emas di panggung nasional dengan meraih predikat sebagai salah satu Bank BUMD Terbaik 2026 versi Majalah Infobank. Sebagai alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi, saya melihat pencapaian ini bukan sekadar rutinitas apresiasi tahunan. Ini adalah sebuah pernyataan tegas (statement) tentang bagaimana sebuah institusi daerah mampu menjaga integritasnya di tengah badai persepsi dan dinamika pasar yang seringkali tidak menentu.

Dalam diskursus ekonomi makro, Bank Pembangunan Daerah (BPD) memegang mandat ganda yang sangat berat: menjadi entitas bisnis yang profitabel (pro-revenue) sekaligus menjadi katalisator kesejahteraan sosial (pro-development). Bank Jambi, dalam hemat saya, berhasil menyeimbangkan dua kutub ini dengan sangat apik.

​Penghargaan yang diraih berdasarkan riset independen tersebut menunjukkan bahwa secara fundamental, Bank Jambi berada dalam kondisi yang sangat sehat. Parameter penilaian seperti permodalan, likuiditas, dan tata kelola bukan sekadar variabel matematis, melainkan cerminan dari tingkat kedisiplinan manajemen dalam mengelola risiko.

Mengapa predikat ini menjadi krusial saat ini? Karena kita sedang berada di masa di mana informasi mengalir tanpa filter. Sedikit saja ada isu miring, psikologi pasar bisa bergejolak. Namun, fakta bahwa Bank Jambi tetap berdiri tegak dan bahkan diakui sebagai yang terbaik, membuktikan bahwa fondasi “Trust” yang mereka bangun di tanah “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” sudah sangat mengakar. Nasabah tidak hanya melihat Bank Jambi sebagai tempat menabung, tetapi sebagai bagian dari identitas ekonomi daerah yang harus dijaga bersama.

Satu poin penting yang perlu kita garis bawahi adalah bagaimana sebuah bank merespons tantangan. Dalam teori manajemen krisis, kekuatan sebuah institusi tidak diukur saat kondisi sedang tenang, melainkan saat badai datang menerjang. Laila Farhat, rekan pengamat perbankan, benar ketika menyebut bahwa gangguan layanan sesaat tidak akan melunturkan kepercayaan jika bank memiliki kapasitas pemulihan (recovery) yang mumpuni.

Sebagai insan ekonomi, saya mengamati bahwa masyarakat Jambi saat ini sudah semakin terliterasi secara finansial. Mereka paham membedakan antara hambatan teknis dengan kelemahan fundamental. Selama dana nasabah terjamin aman, likuiditas tersedia, dan fungsi intermediasi tetap berjalan, maka riak-riak kecil di permukaan tidak akan mampu menenggelamkan kapal besar bernama Bank Jambi.

Baca Juga:  Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Mursyid Y. Sonsang: Kita Butuh Gerakan Shalawat Masif

Keberhasilan mempertahankan operasional dan tetap menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif di tengah tekanan adalah bukti nyata dari efektivitas manajemen risiko. Bank Jambi menunjukkan bahwa mereka bukan “pemain kemarin sore”. Mereka memiliki sistem pertahanan internal yang dirancang untuk menghadapi skenario terburuk sekalipun.

Jika kita membedah lebih dalam, peran Bank Jambi sebagai mesin intermediasi adalah alasan mengapa kepercayaan publik tetap solid. Mari kita lihat bagaimana kredit disalurkan kepada UMKM, pedagang pasar, hingga proyek infrastruktur strategis di kabupaten/kota. Ini adalah aliran darah bagi ekonomi lokal.

Apabila kepercayaan itu runtuh, indikator pertama yang akan terlihat adalah fenomena capital flight atau pelarian modal. Namun, yang terjadi di Bank Jambi justru sebaliknya: dana pihak ketiga tetap stabil dan kerja sama dengan berbagai instansi justru semakin erat. Ini menunjukkan bahwa secara kolektif, pemangku kepentingan (stakeholders) di Provinsi Jambi percaya bahwa Bank Jambi adalah mitra paling aman dan paling mengerti karakter ekonomi daerah.

Sebagai alumni Universitas Jambi yang dibesarkan dengan nilai-nilai ekonomi kerakyatan, saya merasa bangga melihat almamater dan daerah saya memiliki institusi keuangan yang mampu bersaing di level nasional. Ini adalah bukti bahwa putra-putri daerah yang mengelola bank ini memiliki kompetensi yang sejajar dengan bankir-bankir di pusat ekonomi nasional.

Namun, predikat “Terbaik” ini tidak boleh membuat kita terlena. Dunia perbankan 2026 adalah dunia yang penuh dengan tantangan siber dan kompetisi dari neobank. Predikat terbaik tahun ini adalah modal awal untuk melakukan transformasi yang lebih dalam.

​Pesan saya sebagai bagian dari masyarakat ekonomi Jambi: Bank Jambi harus terus memperkuat benteng pertahanan digitalnya. Investasi pada teknologi keamanan data adalah harga mati. Selain itu, transparansi komunikasi kepada nasabah harus tetap menjadi prioritas. Kepercayaan yang sudah terbangun dengan susah payah selama puluhan tahun tidak boleh tercederai oleh kurangnya keterbukaan informasi.

Bank Jambi adalah aset paling berharga milik masyarakat Provinsi Jambi. Penghargaan sebagai Bank BUMD Terbaik 2026 adalah legitimasi nasional yang membuktikan bahwa bank ini sehat, tangguh, dan terpercaya.

​Kita harus mengawal bersama agar Bank Jambi tetap konsisten pada khitahnya sebagai bank pembangunan daerah. Kepercayaan publik yang tidak luntur ini adalah mandat yang harus dijawab dengan pelayanan yang semakin prima, inovasi yang tidak berhenti, dan komitmen untuk selalu hadir bagi kesejahteraan rakyat Jambi.

Selamat untuk Bank Jambi. Teruslah menjadi pohon yang rimbun, tempat bernaung ekonomi rakyat di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Mari kita jaga kepercayaan ini, karena di atas pondasi kepercayaan itulah, masa depan ekonomi Jambi kita bangun bersama. (**)

Follow WhatsApp Channel www.viraltivi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jemput Aspirasi Warga Kumpeh, Anggota DPRD Muaro Jambi Elvin Jonnedy Gelar Reses di Desa Pulau Mentaro
DPRD Muaro Jambi Gelar Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Soal Ranperda Perubahan APBD 2026
Kawal Pembangunan Desa, Wakil Ketua II DPRD Muaro Jambi Dampingi Kunker Pangdam XX/TIB dan Gubernur
Sahabat Alam Jambi Bakal Minta Pertanggungjawaban Pihak yang Hambat Jalan Khusus Batubara PT SAS/RMKE Jika Pindah ke Sumsel.
Jemput Aspirasi Warga Bahar Selatan dan Mestong, Robinson Sirait Berkomitmen Kawal Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Desa
​Tanggap Bencana dan Perjuangkan Nasib Konstituen, Ade Erma Suryani Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Kumpeh Ulu
Kualitas Udara Jambi Sangat Tidak Sehat, Pemkot Liburkan Pembelajaran Tatap Muka 26–28 Agustus
Semarak HUT RI ke-81, Gelak Tawa dan Kebersamaan Warnai Lomba Pegawai di Sekretariat DPRD Muaro Jambi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:28 WIB

Jemput Aspirasi Warga Kumpeh, Anggota DPRD Muaro Jambi Elvin Jonnedy Gelar Reses di Desa Pulau Mentaro

Kamis, 3 September 2026 - 21:28 WIB

DPRD Muaro Jambi Gelar Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Soal Ranperda Perubahan APBD 2026

Selasa, 1 September 2026 - 19:00 WIB

Kawal Pembangunan Desa, Wakil Ketua II DPRD Muaro Jambi Dampingi Kunker Pangdam XX/TIB dan Gubernur

Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Sahabat Alam Jambi Bakal Minta Pertanggungjawaban Pihak yang Hambat Jalan Khusus Batubara PT SAS/RMKE Jika Pindah ke Sumsel.

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:32 WIB

Jemput Aspirasi Warga Bahar Selatan dan Mestong, Robinson Sirait Berkomitmen Kawal Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Desa

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Nasional

PHR Zona 1 Gandeng Ade Rai Bangun Budaya Hidup Sehat Pekerja

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:38 WIB