Warga Tolak Mesin Grading TBS Otomatis di PT SKU Tebo: Petani Tercekik, Pekerja Terancam!

- Penulis

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

VIRALTIVI.COM – Gelombang penolakan muncul atas rencana penggunaan alat grading otomatis Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit oleh perusahaan kelapa sawit PT Satya Kisma Usaha (SKU) di Desa Betung Bedarah Barat, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Warga menilai kebijakan perusahaan yang lebih dikenal dengan PT Tebora tersebut bukan sekadar modernisasi, melainkan ancaman nyata bagi petani kecil dan tenaga kerja lokal.

Salah seorang warga setempat menegaskan, masyarakat meminta perusahaan menghentikan rencana penggunaan mesin grading otomatis dan kembali menerapkan sistem sortasi manual yang melibatkan tenaga manusia.

Perda untuk Pesantren: Membangun Generasi Bersinar (Bersih Narkoba)
Kamis, 10 Oktober 2024

Tanamkan rasa cinta lingkungan, Pertamina Ajak Generasi Muda Jambi Mengolah Sampah jadi Produk Bernilai Ekonomis
Sabtu, 9 November 2024

“Kami tegas menolak alat grading otomatis itu. Kembalikan ke sistem manual. Jangan sampai teknologi justru mematikan penghidupan masyarakat,” ujarnya kepada media ini, Selasa 17 Februari 2026.

Menurutnya, kalau mesin otomatis yang menggunakan sistem sensor itu diberlakukan, standar penerimaan buah menjadi sangat ketat dan kaku. Buah yang sebelumnya masih bisa diterima nanti tentunya akan langsung ditolak. Bahkan, buah dengan tiga brondolan pun disebut masih dikategorikan mentah oleh sistem.

“Akibatnya buah petani kedepannya berpotensi banyak yang tidak masuk. Kami akan kesulitan menjual hasil panen. Kalau seperti ini terus, petani kecil bisa gulung tikar,” tegasnya.

Baca Juga:  ORADO Jambi Gelar Seleksi Atlet Domino 2026: Menjaring Bakat Menuju Kejuaraan Provinsi

Tak hanya itu, warga juga menyoroti dampak terhadap lapangan kerja. Proses sortasi yang sebelumnya dilakukan pekerja kini digantikan mesin, sehingga berpotensi mengurangi jumlah karyawan.

Ketua GOW Kota Jambi Nadiyah Dukung Gerakan 1.000 Profesi Perempuan di HKN 2025
Senin, 21 April 2025

MUI Pasbar Tegaskan Penyebaran Paham Agama oleh WNA di Kecamatan Pasaman Menyimpang dari Ajaran Islam
Jumat, 18 Oktober 2024

“Sekarang ada tenaga kerja di bagian sortasi. Nantinya semua akan diganti dengan alat. Ini jelas mengurangi pekerjaan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Warga menilai kebijakan tersebut berpotensi menciptakan ketimpangan, di mana buah milik masyarakat makin sulit terserap sementara perusahaan dinilai semakin dominan. Mereka mendesak adanya evaluasi terbuka dan kebijakan yang lebih berpihak pada petani serta pekerja lokal.

“Modernisasi boleh, tapi jangan sampai rakyat yang jadi korban,” tegasnya lagi.

Terkait hal itu, Kades Betung Bedarah Barat, Kuspandi meminta pihak perusahaan meninjau ulang kebijakan tersebut karena dinilai berdampak langsung pada petani kecil dan tenaga kerja lokal.

Kami minta rencana ini dikaji kembali. Jangan sampai petani dirugikan dan lapangan kerja berkurang,” tegas Kuspandi.

Ia menekankan bahwa modernisasi harus tetap mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa. Pemerintah desa, katanya, siap memfasilitasi dialog agar ada solusi yang adil bagi semua pihak. (Red)

Follow WhatsApp Channel www.viraltivi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jemput Aspirasi Warga Kumpeh, Anggota DPRD Muaro Jambi Elvin Jonnedy Gelar Reses di Desa Pulau Mentaro
DPRD Muaro Jambi Gelar Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Soal Ranperda Perubahan APBD 2026
Kawal Pembangunan Desa, Wakil Ketua II DPRD Muaro Jambi Dampingi Kunker Pangdam XX/TIB dan Gubernur
Sahabat Alam Jambi Bakal Minta Pertanggungjawaban Pihak yang Hambat Jalan Khusus Batubara PT SAS/RMKE Jika Pindah ke Sumsel.
Jemput Aspirasi Warga Bahar Selatan dan Mestong, Robinson Sirait Berkomitmen Kawal Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Desa
​Tanggap Bencana dan Perjuangkan Nasib Konstituen, Ade Erma Suryani Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Kumpeh Ulu
Kualitas Udara Jambi Sangat Tidak Sehat, Pemkot Liburkan Pembelajaran Tatap Muka 26–28 Agustus
Semarak HUT RI ke-81, Gelak Tawa dan Kebersamaan Warnai Lomba Pegawai di Sekretariat DPRD Muaro Jambi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:28 WIB

Jemput Aspirasi Warga Kumpeh, Anggota DPRD Muaro Jambi Elvin Jonnedy Gelar Reses di Desa Pulau Mentaro

Kamis, 3 September 2026 - 21:28 WIB

DPRD Muaro Jambi Gelar Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Soal Ranperda Perubahan APBD 2026

Selasa, 1 September 2026 - 19:00 WIB

Kawal Pembangunan Desa, Wakil Ketua II DPRD Muaro Jambi Dampingi Kunker Pangdam XX/TIB dan Gubernur

Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Sahabat Alam Jambi Bakal Minta Pertanggungjawaban Pihak yang Hambat Jalan Khusus Batubara PT SAS/RMKE Jika Pindah ke Sumsel.

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:32 WIB

Jemput Aspirasi Warga Bahar Selatan dan Mestong, Robinson Sirait Berkomitmen Kawal Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Desa

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Nasional

PHR Zona 1 Gandeng Ade Rai Bangun Budaya Hidup Sehat Pekerja

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:38 WIB