VIRALTIVI.COM – Di tengah tantangan ekonomi dan ketatnya persaingan pasar kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menyuntikkan asa baru bagi warga Kota Jambi. Lewat Program Bantuan Padat Karya 2026, pemerintah tidak hanya mengucurkan bantuan, tetapi membawa solusi ganda: mengikis angka pengangguran sekaligus membenahi infrastruktur pemukiman warga.
Keseriusan program ini ditunjukkan langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU., yang turun ke lapangan pada Minggu (9/8/2026). Didampingi Wali Kota Jambi, Maulana, Wamenaker menyusuri pemukiman warga di RT 13 Kelurahan Simpang Tiga Sipin untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dampak fisik pekerjaan benar-benar dirasakan warga.
Bukan sekadar peninjauan formal, Wamenaker menyapa satu per satu warga yang tengah berpeluh menyemen drainase. Pendekatan padat karya ini dirancang agar masyarakat setempat terlibat langsung—mereka bekerja, berkeringat, mendapat upah layak untuk mendongkrak daya beli keluarga, dan mengabdi untuk lingkungan sendiri.
Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan apresiasi mendalam atas intervensi langsung pemerintah pusat ini. Sinergi antara Kemnaker dan Pemkot Jambi ini membuktikan bahwa kehadiran negara benar-benar menyentuh level akar rumput. Ia berharap program serupa dapat diperluas ke berbagai kelurahan lain di Kota Jambi.
Di RT 13 Simpang Tiga Sipin, sasaran utama padat karya menitikberatkan pada revitalisasi saluran drainase. Wilayah ini dikenal kerap tergenang air setiap kali hujan deras mengguyur, yang memicu keluhan menahun warga sekitar.
Ketua RT 13 Simpang Tiga Sipin, Farpin Indra, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Tokoh muda ini menilai kehadiran jajaran pejabat pusat dan daerah menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap warga kecil.
”Bukan datang berfoto lalu pergi, tapi datang melihat, bertanya, dan memastikan kami benar-benar terbantu,” tegas Farpin.
Menurutnya, pengerjaan drainase ini menyelesaikan dua masalah sekaligus. Warga yang sebelumnya menganggur atau berpenghasilan tak tentu kini memiliki pendapatan tambahan, sementara ancaman air masuk ke dalam rumah warga saat hujan deras bisa ditekan secara signifikan.
Kemnaker menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan Program Padat Karya 2026 dilakukan secara terbuka dan 100% gratis tanpa pungutan biaya administrasi maupun calo. Pendaftaran terpusat telah diselesaikan melalui platform digital resmi pada periode 30 April hingga 16 Mei 2026 lalu.
Mengingat tingginya antusiasme masyarakat, Kemnaker bersama Kementerian Komunikasi dan Digital turut mengingatkan warga untuk mewaspadai tautan pendaftaran palsu di media sosial yang bermodus mencuri data pribadi. Seluruh informasi resmi hanya dapat diakses melalui portal resmi






