VIRALTIVI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengambil langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik. Melalui Pelatihan Teknis Implementasi Fleksibilitas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemkot Jambi menggembleng jajaran perangkat daerah dan pengelola satuan kerja agar lebih lihai dan mandiri dalam mengelola keuangan.
Hajatan besar yang berlangsung selama tiga hari (08–10 Juli 2026) ini dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRC, di Yuan Garden Hotel, Jakarta, Rabu (08/07/2026).
Pelatihan intensif ini merujuk pada Permendagri Nomor 79 Tahun 2018. Regulasi ini memberikan ‘lampu hijau’ bagi unit pelayanan untuk bergerak lebih fleksibel, efektif, efisien, serta akuntabel dalam melayani masyarakat.
Selama total 70 jam pelajaran, para peserta diguyur materi mendalam mengenai tata kelola BLUD. Mulai dari penyusunan dokumen administrasi, pengelolaan aset, hingga mekanisme pertanggungjawaban.
Tidak tanggung-tanggung, ada 10 aspek utama fleksibilitas BLUD yang dikupas tuntas, di antaranya:
Pengelolaan pendapatan dan belanja
Pengelolaan kas dan piutang
Penetapan tarif layanan
Praktik pengelolaan SDM dan remunerasi
Kerja sama operasional serta investasi.
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., merinci bahwa pelatihan ini diikuti oleh garda terdepan pelayanan di Kota Jambi. Mulai dari 20 Puskesmas se-Kota Jambi, RSUD Abdul Manap, RSUD Haji Abdurrahman Sayoeti, Laboratorium Kesehatan Daerah, Laboratorium Lingkungan, UPTD Hutan Kota, TPA Talang Gulo, hingga Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD).
Tak berhenti di situ, Maulana membocorkan rencana ekspansi pelayanan Pemkot Jambi dalam waktu dekat.
”Pemkot Jambi akan segera membentuk UPTD Parkir dan UPTD Diklat. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kita untuk terus meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan pelayanan publik,” ungkap Maulana optimis.
Maulana berharap, sepulang dari Jakarta, seluruh peserta dapat menguasai regulasi secara matang. Pemahaman yang kuat dinilai akan bermuara pada kemandirian finansial masing-masing unit.
”Ketika pelayanan kita baik, jumlah kunjungan atau pelanggan otomatis meningkat. Hal ini tentu berpengaruh positif bagi pendapatan, yang nantinya akan diputar kembali untuk mengoptimalkan pelayanan publik. Kita ingin BLUD dan UPTD Pemkot Jambi terus eksis memberikan yang terbaik demi mendukung visi Kota Jambi Bahagia,” tegas sang Wali Kota.
Langkah progresif Pemkot Jambi ini mendapat acungan jempol dari Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni. Hadir sebagai narasumber kunci, Fatoni menyebut inisiatif Pemkot Jambi ini sebagai sebuah terobosan yang patut ditiru.
”Ini perlu menjadi contoh bagi daerah lain. Mari terus belajar, kuasai regulasi dan pengetahuan teknis, sehingga kita bisa menjalankan tugas dengan baik serta meningkatkan prestasi,” ujar Fatoni.
Ia juga mengapresiasi undangan dari Pemkot Jambi yang membuka ruang diskusi interaktif ini. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur lewat forum seperti ini tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga menjadi modal berharga bagi akselerasi karier para pegawai ke depan.
Dengan bergulirnya bimbingan teknis ini, Pemkot Jambi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Fleksibilitas aturan kini diubah menjadi bahan bakar untuk menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, profesional, inovatif, dan berdaya saing tinggi.









Komentar
Silakan login untuk berkomentar.