AEI ekonomi nasional sedang tidak baik-baik saja

- Penulis

Minggu, 14 September 2025 - 02:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sentralinfo.com, Jakarta – Aliansi Ekonomi Indonesia (AEI) yang beranggotakan ratusan ekonomi dan akademisi menilai kondisi ekonomi nasional saat ini sedang tidak baik-baik saja. Mereka pun menyampaikan tujuh desakan darurat ekonomi kepada pemerintah sebagai upaya korektif terhadap arah kebijakan yang dianggap semakin tidak sehat.

Dalam pernyataannya pada 9 September 2025, AEI menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah serius untuk memperbaiki tata kelola ekonomi. Mereka menyoroti berbagai program yang dinilai bersifat populis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga Danantara, yang menurut mereka justru membebani anggaran tanpa memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.

7 Desakan Darurat Ekonomi AEI:

  1. Memperbaiki misalokasi anggaran dan mengalihkan dana negara ke kebijakan yang wajar, proporsional, serta lebih berpihak pada kepentingan publik.
  2. Mengembalikan independensi dan transparansi lembaga negara seperti BI, BPS, BPK, DPR, dan KPK agar tidak dipengaruhi kepentingan politik.
  3. Menghentikan dominasi negara di kegiatan ekonomi yang melemahkan peran sektor swasta dan UMKM, termasuk keterlibatan BUMN, TNI, Polri, hingga Danantara.
  4. Melakukan deregulasi dan penyederhanaan birokrasi dengan membatalkan kebijakan perdagangan diskriminatif, memperbaiki perizinan, serta menindak usaha ilegal di sektor ekstraktif.
  5. Memprioritaskan pengurangan ketimpangan ekonomi dan sosial, baik antarwilayah maupun antarkelompok, termasuk penguatan UMKM, perbaikan bansos, serta konversi subsidi energi ke bantuan tunai.
  6. Mengembalikan kebijakan berbasis bukti dan teknokrasi dalam pengambilan keputusan, bukan sekadar program populis yang membebani fiskal.
  7. Memperkuat institusi, tata kelola, dan demokrasi untuk mengembalikan kepercayaan publik, memberantas konflik kepentingan, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Baca Juga:  Warga Tolak Mesin Grading TBS Otomatis di PT SKU Tebo: Petani Tercekik, Pekerja Terancam!

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan langsung mengundang perwakilan AEI ke kantornya. Luhut menilai masukan dari para ekonom penting agar pemerintah dapat memastikan kebijakan ekonomi yang ditempuh “sudah berada di jalur yang tepat.”

Dalam dialog itu, Luhut memaparkan sejumlah langkah pemerintah, termasuk deregulasi perizinan melalui sistem OSS, percepatan digitalisasi layanan publik, peningkatan kualitas belanja negara, hingga rencana relokasi industri garmen dan alas kaki dari Amerika Serikat ke Indonesia yang diperkirakan menciptakan lebih dari 100 ribu lapangan kerja. Ia juga menyinggung adanya pilot project digitalisasi dalam penyaluran bantuan sosial.

AEI menegaskan, tujuh desakan ini merupakan peringatan dini. Jika pemerintah tidak segera menindaklanjuti, risiko perlambatan ekonomi, ketimpangan, hingga krisis kepercayaan publik dikhawatirkan akan semakin besar. (Sumber update Nusantara)

Follow WhatsApp Channel www.viraltivi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lebih Dekat dengan Hulu Migas: Dari Kesiapsiagaan Tanggap Darurat hingga Budidaya Ikan di Kasang Lopak Alai
Sokong Ketahanan Pangan, Pertamina EP Jambi Field Hidupkan Kemandirian Ekonomi Desa Lewat Bioflok
Perkuat Komitmen HSSE dan PPM, SKK Migas-KKKS Gelar Media Field Trip FJM Jambi 2026
Dipimpin Wali Kota Maulana, Dua TPS Ditutup Permanen, Program OPBM Mulai Berjalan
“Tak Main-main! GN-PK Jambi Akan Lapor ke Kejagung Jika Kasus Mafia Lahan Desa Betung Mandek”
Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Mursyid Y. Sonsang: Kita Butuh Gerakan Shalawat Masif
“Dibalik Alibi Kapal 16 GT: Praktisi Sebut Perubahan Spesifikasi Tanpa Adendum Rentan Pelanggaran Hukum”
“Mangkrak di Dermaga, Proyek Kapal Nelayan Rp 1,8 Miliar di Tanjab Timur Jadi ‘Monumen’ Berlumut”

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:30 WIB

Lebih Dekat dengan Hulu Migas: Dari Kesiapsiagaan Tanggap Darurat hingga Budidaya Ikan di Kasang Lopak Alai

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:19 WIB

Sokong Ketahanan Pangan, Pertamina EP Jambi Field Hidupkan Kemandirian Ekonomi Desa Lewat Bioflok

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:25 WIB

Perkuat Komitmen HSSE dan PPM, SKK Migas-KKKS Gelar Media Field Trip FJM Jambi 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:58 WIB

Dipimpin Wali Kota Maulana, Dua TPS Ditutup Permanen, Program OPBM Mulai Berjalan

Kamis, 9 April 2026 - 15:51 WIB

“Tak Main-main! GN-PK Jambi Akan Lapor ke Kejagung Jika Kasus Mafia Lahan Desa Betung Mandek”

Berita Terbaru