VIRALTIVI.COM – Pemerintah Kota Jambi resmi memulai babak baru dalam pengawasan lingkungan berbasis teknologi. Langkah ambisius ini ditandai dengan deklarasi pemasangan 1.084 unit kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang tersebar di 795 Rukun Tetangga (RT) se-Kota Jambi.
Acara deklarasi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., berlangsung semarak di kawasan Tugu Keris Siginjai pada Jumat (26/6/2026) malam. Program masif ini merupakan bagian dari implementasi program ‘Kampung Bahagia’ sekaligus strategi taktis Pemkot dalam membangun sistem keamanan lingkungan yang modern, terintegrasi, dan berbasis digital.
Dalam pidatonya, Wali Kota Maulana mengungkapkan bahwa proyeksi ini akan membawa Kota Jambi mencatatkan sejarah di tingkat nasional dalam hal digitalisasi keamanan wilayah.
”Ini merupakan terobosan baru. Di Indonesia, Kota Jambi diproyeksikan akan berada di peringkat keempat dalam jumlah pemasangan CCTV terbanyak, tepat setelah DKI Jakarta, Semarang, dan Makassar,” ujar Maulana optimistis.
Ia menegaskan, deklarasi malam itu bukan sekadar seremoni musiman. Ada pesan penting yang ingin disampaikan kepada publik: bahwa ruang-ruang publik kini diawasi dengan ketat. Keterbukaan informasi ini sekaligus memberikan kepastian hukum bagi warga, di mana rekaman dari ribuan kamera tersebut sah dimanfaatkan sebagai alat bukti digital jika terjadi tindak pidana.
Lebih dari sekadar fungsi keamanan, seluruh kamera ini terkoneksi langsung dengan Jambi Command Operation Center (JCOC). Integrasi ini memungkinkan pemerintah merespons berbagai dinamika dan kejadian di lapangan secara real-time dengan lebih cepat dan presisi.
”Keamanan merupakan fondasi utama pembangunan. Kota yang aman tidak hanya menenangkan warganya, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan investasi, ekonomi, dan mempercepat terwujudnya Smart City,” imbuh Maulana.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi, Saleh Ridho, menjelaskan bahwa esensi dari program ini adalah membangun ekosistem pengawasan digital yang hidup dan terpusat, bukan sekadar menempel kamera di tiang-tiang gang RT.
Saleh membeberkan, berdasarkan data usulan dari 795 RT, total kebutuhan CCTV di Kota Jambi mencapai 1.084 unit. Proses eksekusi di lapangan pun bergerak cepat.
”Hingga saat ini, sebanyak 725 unit kamera sudah selesai terpasang secara fisik. Dari jumlah tersebut, 265 unit di antaranya telah aktif penuh dan langsung terkoneksi ke JCOC, memantau kondisi di 198 RT secara live,” papar Saleh Ridho.
Untuk membuktikan keandalan sistem, Wali Kota Maulana sempat melakukan demonstrasi langsung di hadapan warga yang hadir. Melalui layar videotron besar di kawasan Tugu Keris, ditampilkan
tayangan langsung situasi terkini di beberapa sudut pemukiman kota.
Suasana semakin interaktif saat Maulana melakukan panggilan video dan berdialog langsung dengan Daim, Ketua RT 15 Kelurahan Asam Bawah. Dalam perbincangan singkat tersebut, Daim mengakui dampak positif teknologi ini sudah mulai terasa di tengah masyarakat.
”Sejak kamera ini aktif, warga merasa jauh lebih tenang dan aman saat beraktivitas, bahkan di malam hari,” tutur Daim langsung dari wilayahnya.
Dengan integrasi teknologi yang menyentuh hingga level RT, Kota Jambi kini perlahan namun pasti bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya dinamis secara ekonomi, tetapi juga tangguh dan protektif terhadap kenyamanan warganya.








